Mangrove dan pesisir
Dari Lumpur Teluk Piyai Pesisir, Tumbuh Harapan untuk Pesisir
KTH Makmur Pesisir bersama masyarakat menanam 1000 bibit mangrove di pesisir Teluk Piyai sebagai bagian dari dukungan MA Earth kepada Yayasan Gambut.
Teluk Piyai Pesisir, 23 September 2026 - Lumpur tebal dan hempasan angin pesisir tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani Hutan (KTH) Makmur Pesisir. Di tengah medan berlumpur dan zona pasang surut yang tidak mudah dilalui, masyarakat bergotong royong menanam mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga pesisir dan memulihkan ekosistem lingkungan.
Sebanyak 700 bibit mangrove jenis Rhizophora berhasil ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit-bibit ini merupakan bagian dari total 1.000 bibit mangrove yang didukung melalui kolaborasi MA Earth dan Yayasan Gambut untuk kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir bersama KTH Makmur Pesisir.
Kolaborasi untuk Pesisir
Dukungan MA Earth kepada Yayasan Gambut menjadi bagian penting dalam mendorong aksi nyata di tingkat masyarakat. Melalui dukungan tersebut, Yayasan Gambut memfasilitasi penyediaan 1.000 bibit mangrove untuk ditanam dan dirawat bersama oleh KTH Makmur Pesisir. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penanaman bibit, tetapi juga pada upaya membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan. Bagi KTH Makmur Pesisir, mangrove bukan sekadar tanaman yang ditanam di kawasan pasang surut. Keberadaannya memiliki arti penting bagi perlindungan pesisir, terutama dalam menghadapi ancaman abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.Menanam di Tengah Lumpur
Pada 23 September, tiga anggota KTH Makmur Pesisir turun langsung ke lapangan. Langkah mereka berkali-kali terperosok ke dalam lumpur, sementara angin pesisir terus berhembus. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat untuk menyelesaikan penanaman.Satu per satu bibit Rhizophora ditanam dengan hati-hati pada lokasi yang telah disiapkan.
Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Datuk Penghulu, Babinsa, Kepala Dusun (Kadus), Ketua RT, serta Ketua KTH Makmur Pesisir.Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga pesisir membutuhkan keterlibatan bersama. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pemeliharaan dan perawatan.
700 Bibit Telah Ditanam, 300 Menunggu Tahap Berikutnya
Dari total 1.000 bibit mangrove yang tersedia, sebanyak 700 bibit telah ditanam di kawasan pesisir Teluk Piyai.Sementara itu, 300 bibit lainnya masih dirawat di area pembibitan dan dipersiapkan untuk penanaman tahap berikutnya. Penanaman secara bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan bibit serta kondisi lapangan, sehingga peluang tumbuh dan keberlangsungan tanaman dapat lebih optimal.Ke depan, pemeliharaan dan pemantauan menjadi bagian penting untuk memastikan bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.
Dari Bibit, Tumbuh Harapan
Penanaman mangrove di Teluk Piyai menjadi gambaran bahwa pemulihan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.Dukungan MA Earth, fasilitasi Yayasan Gambut, serta keterlibatan langsung KTH Makmur Pesisir dan masyarakat setempat menjadi satu rangkaian kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir.Hari itu, yang ditanam bukan hanya 700 bibit mangrove di tengah lumpur.Yang ditanam adalah harapan agar pesisir Teluk Piyai tetap terlindungi, ekosistemnya terus terjaga, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat hingga generasi mendatang.
