Berita · Desa Harapan Jaya
Pembibitan Merica di Harapan Jaya
Pembibitan merica dikembangkan di Desa Harapan Jaya sebagai upaya menyediakan bahan tanam dan memanfaatkan peluang usaha pertanian.

Desa Harapan Jaya tak henti-hentinya terus mecoba menggali potensi ekonomi di desa nya, kali ini Pak Yusuf (43) mencoba mengembangkan pembibitan merica di Dusun Sungai Makam. hal tersebut beliau lakukan karna minimnya ketersediaan bibit untuk budidaya merica yang dapat mendongrak pendapatan ekonomi masyarakat di lahan gambut.
“Saat ini di desa harapan jaya sudah menanam 1/4 hektar merica berumur 4 tahun di perkebunan sawit, merica tersebut merambat di batang sawit, hingga saat ini kami baru bisa memanen 1 Kg per pohon setiap tahun nya” ujar pak yusuf saaat di konfirmasi Yayasan Gambut, Jumat (11/12/2020)

Bibit Merica Sulur Desa Harapan Jaya (Dok: Yusuf, 2020)
Potensi produksi merica jika di kelola dengan baik mampu menghasilkan 8 kg per batang per tahun setelah berumur 7 tahun, dalam 1 hektar lada jika di tanam sebanyak 1000 mempunyai potensi hasil 8 Ton setiap tahun nya, dimana rata – rata harga merica saat ini Rp 100.000,-/kg, menurut pak yusuf potensi pendapatan bisa mencapai 800 juta setiap tahun nya dari tanaman lada.
Untuk ke depan mereka berencana melakukan tumpang sari dengan Tanaman Pinang, serta tanaman hutan lain nya dimana saat ini yang terpikir oleh pak yusuf tanaman dadap sangat cocok di tumpang sarikan dengan merica, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk di kembangkan dengan pohon lainnya yang bernilai ekologis dan tanaman merica tersebut yang memberi nilai ekonomis bagi masyarakat untuk pengembangan agroforestry di Desa Harapan Jaya yang secara administrasi terletak di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir
Harapan Jaya Village continues to explore local economic opportunities. Yusuf, aged 43, is developing a pepper nursery in Sungai Makam hamlet to address limited planting material for a crop that could improve community income on peatland.
“We have planted 1/4 hectare of pepper in an oil palm plantation in Harapan Jaya. The plants are 4 years old and climb the oil palm trunks. So far, we harvest about 1 kg per plant each year,” Yusuf told Yayasan Gambut on Friday, 11/12/2020.

Pepper cuttings in Harapan Jaya Village. Photo: Yusuf, 2020
According to Yusuf, well-managed pepper can potentially produce 8 kg per plant annually after reaching 7 years of age. Planting 1000 pepper plants on 1 hectare could therefore yield 8 tonnes each year. At the reported price of Rp 100,000 per kg, he estimated potential annual revenue of Rp 800 million.
The growers plan to intercrop pepper with areca palm and forest trees. Yusuf considers dadap suitable as a companion tree but is also interested in other species with ecological value. Pepper would provide an economic component within an agroforestry system in Harapan Jaya, which lies in Tempuling District, Indragiri Hilir Regency.
