Berita · Desa Harapan Jaya
Budidaya Jahe di Pekarangan Lahan Gambut
Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman jahe menjadi salah satu praktik pertanian masyarakat di lahan gambut.

Wahyu (29) merupakan warga dusun Sumber Harum Desa Harapan Jaya Kec. Tempuling Kab. Ingragiri Hilir yang saat ini aktif mengkampanyekan Gerakan Palawija (Ganja) semenjak tahun 2017, dimana kelompok tersebut beranggotakan 11 orang yang saat ini aktif menanam berbagai macam tanaman diantaranya cabai rawit, jagung manis, jeruk nipis, terong, lengkuas, merica, ubi kayu dan mahang.
Beberapa tahun belakangan wahyu aktif melakukan pembibitan jahe merah bersama 4 orang lain nya yang tergabung dalam kelompok Ganja tersebut, setidaknya sudah 15.000 ribu bibit yang sudah mereka hasilkan hingga tahun ini dan di beli oleh para petani dari berbagai Desa di Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.
Wahyu mengungkapkan Bibit jahe yang siap tanam minimal sudah berumur 3 (tiga) bulan, dan media tanah yang digunakan merupakan tanah gambut dengan campuran serabut kelapa sawit dimana dari hasil riset lapangan serabut tersebut bagus untuk menjaga kelembaban media tanam bibit jahe.

Pembangunan Sekat Kanal di Desa Harapan Jaya untuk menjaga gambut tetap basah
Desa Harapan Jaya sendiri merupakan desa yang mayoritas tanah nya merupakan tanah gambut, yang rentan terhadap kejadian kebakaran dimana salah satu penyebabnya kanal – kanal yang terdapat di Desa Harapan Jaya memotong kontur gambut sehingga mudaha terjadi pengeringan pada saat musim kemarau dan kebanjiran pada saat musim hujan.
Seluruh inisiatif yang dilakukan oleh wahyu merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta menjaga kelestarian gambut di wilayah mereka dengan menemukan berbagai alternatif bertani di lahan gambut tanpa membakar, tetapi sampai saat ini desa kami masih sangat rentan pada musim kemarau sehingga di perlukan upaya lebih lanjut untuk menjaga kelembapan tanah gambut di desa kami.
Wahyu, aged 29, lives in Sumber Harum hamlet, Harapan Jaya Village, Tempuling District, Indragiri Hilir Regency. Since 2017, he has promoted Gerakan Palawija, a local crop-growing initiative abbreviated as Ganja. Its 11 members grow crops including bird’s-eye chilli, sweetcorn, lime, aubergine, galangal, pepper, cassava and mahang.
In recent years, Wahyu and 4 other members have developed red ginger nurseries. They reported producing at least 15,000 seedlings by the year of publication, purchased by farmers from villages across Indragiri Hilir and Indragiri Hulu.
Wahyu explained that ginger planting material should be at least 3 months old. The growing medium combines peat soil with oil palm fibre, which their field experience suggests helps retain moisture.

Canal block construction in Harapan Jaya to help keep peatland wet
Most of Harapan Jaya lies on peatland and is vulnerable to fire. Canals cut across the peat contours, contributing to drying during the dry season and flooding during the rainy season.
Wahyu’s initiatives aim to improve community income and conserve local peatland by exploring farming methods that avoid burning. He emphasised that the village remained vulnerable during dry periods and needed further efforts to maintain peat moisture.
