Berita · Desa Sukajadi · Desa Temiang
Pelatihan Budidaya Jahe dan Keladi di Lahan Gambut
Pelatihan memperkenalkan praktik budidaya jahe dan keladi untuk mendukung usaha pertanian masyarakat di lahan gambut.

Yayasan Gambut menghadiri pelatihan budidaya Jahe dan Keladi di Lahan Gambut yang di taja oleh WWF Riau di Gedung Serba Guna Desa Temiang, Kec. Bandar Laksamana Kab. Bengkalis, Rabu (3/12/2020). Acara tersebut di hadiri oleh Camat Bandar Laksamana, Acil Esinno, Kepala Desa Temiang, Masdar, Kelompok Tani Keladi Unggul Desa Sukajadi, Kelompok MPA Desa Temiang, Kelompok Perempuan Tani Makmur Jaya Desa Temiang serta di Hadiri oleh Penyuluh Pertanian Desa Sukajadi dan Temiang dimana total peserta yang hadir sebanyak 34 Orang.
“Tanaman keladi ini cocok di tanam di lahan gambut, dan dalam satu hektar bisa di tanam sebanyak 15.000 bibit keladi, dan untuk tekhnis penanaman kami siap mendampingi petani serta sanggup menampung hasil panen keladi dari petani, dimana saat ini kami sudah mengirim keladi untuk ekspor dan kebutuhan lokal” tutup Pak Ridwan di akhir penyampaian materi budidaya keladi
Selanjutnya Pak Rasidi penggerak tanaman palawija lahan gambut tanpa bakar di Desa Harapan Jaya, Kec. Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir memaparkan materi terkait budidaya jahe merah, dalam materi nya di jelaskan berbagai jenis bahan yang bagus untuk di jadikan bibit jahe merah, saat ini pak rasidi banyak mensuplai kebutuhan bibit jahe merah di bebeberapa desa di Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu

Praktek Penanaman Jahe Menggunakan Media Tanah Gambut dan Serabut Pelepah Kelapa Sawit
Yayasan Gambut sendiri telah mendukung penyediaan 1000 bibit jahe merah terhadap kelompok Perempuan Tani Makmur Jaya Desa Temiang yang beranggotakan 11 orang, acara pelatihan tersebut merupakan bagian dari dukungan WWF Riau untuk meningkatkan kapasitas petani di Desa Temiang dan Desa Sukajadi, yang juga sejalan dengan inisiatif Yayasan Gambut untuk terus Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam Lahan Basah dan Ekosistem yang Berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder dan masyarakat lokal.
Acara tersebut di tutup oleh Samsul Komar, WWF Riau Spesialis Fire Monitoring & Restoration Sumatera Peatland yang juga berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada kelompok perempuan Tani Makmur Jaya dengan menambahkan 1000 bibit Jahe Merah, pengembangan nursery tanaman hutan dan penyediaan bibit tanaman kopi yang akan berkolaborasi dengan Yayasan Gambut.
Yayasan Gambut attended training in ginger and taro cultivation on peatland organised by WWF Riau at Temiang Village’s multipurpose hall, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency, on 3/12/2020. The 34 participants included District Head Acil Esinno, Temiang Village Head Masdar, the Keladi Unggul Farmers’ Group from Sukajadi, Temiang’s Community Fire Care Group, the Makmur Jaya Women Farmers’ Group, and agricultural extension officers from Sukajadi and Temiang.
“Taro is suitable for planting on peatland, with around 15,000 seedlings per hectare. We are ready to support farmers with planting techniques and purchase their harvests. We already supply taro for export and local markets,” Ridwan said at the end of his presentation.
Rasidi, an advocate of farming without burning in Harapan Jaya, Tempuling District, Indragiri Hilir, then discussed red ginger cultivation. He explained how to select suitable planting material. At the time, he supplied red ginger seedlings to several villages in Indragiri Hilir and Indragiri Hulu.

Practising ginger planting using peat soil and oil palm frond fibre
Yayasan Gambut had provided 1000 red ginger seedlings to Temiang’s Makmur Jaya Women Farmers’ Group, which has 11 members. The training formed part of WWF Riau’s support for farmers in Temiang and Sukajadi. It also aligned with Yayasan Gambut’s commitment to sustainable wetland and ecosystem management through strategic partnerships with stakeholders and local communities.
The event closed with remarks from Samsul Komar, WWF Riau’s Fire Monitoring and Restoration Specialist for Sumatra Peatlands. He committed to supporting the women’s group with another 1000 red ginger seedlings, a forest tree nursery and coffee seedlings in collaboration with Yayasan Gambut.
