Kegiatan Program

Pelatihan Kopi Liberika di Dayun Melibatkan Perempuan dan Pemuda

Sebanyak 43 peserta mengikuti pelatihan pembibitan kopi Liberika di Dayun pada 25 Juli 2026. Peserta mencakup 20 perempuan dan 17 pemuda.

Yayasan Gambut ·

Sebanyak 43 peserta berkumpul di Aula Kantor Kampung Dayun, Kabupaten Siak, pada 25 Juli 2026 untuk mengikuti pelatihan pembibitan kopi Liberika. Kegiatan Yayasan Gambut ini memperkenalkan keterampilan pembibitan dan penerapan agroforestri kopi sebagai bagian dari pengelolaan gambut serta pengembangan penghidupan masyarakat.

Peserta terdiri atas 23 laki-laki dan 20 perempuan. Sebanyak 17 orang di antaranya merupakan pemuda berusia 16–30 tahun, terdiri atas 10 laki-laki dan tujuh perempuan. Mereka berasal dari kelompok tani, kelompok perhutanan sosial, petani sawit dan karet, masyarakat kampung, kelompok sadar wisata, serta mahasiswa.

Memahami pembibitan dan pengelolaan kebun

T. Said Eka Nusirhan dari Endemic dan Ainul Azizah dari Yayasan Gambut menjadi narasumber. Materi pertama membahas potensi kopi Liberika dan rangkaian budidayanya: pemilihan benih, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Peserta juga memperoleh pengenalan mengenai panen dan penanganan pascapanen.

Materi berikutnya menghubungkan budidaya kopi dengan agroforestri di lahan gambut. Pembahasan mencakup diversifikasi tanaman, perencanaan kebun, manfaat ekologis dan ekonomi yang diharapkan, serta contoh penerapan. Dengan demikian, pembibitan diperkenalkan sebagai bagian dari pengelolaan kebun secara menyeluruh.

Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Keragaman latar peserta memberi ruang untuk mempertemukan pengalaman bertani dengan pengetahuan tentang pengelolaan lahan gambut.

Peserta menyimak sesi pelatihan kopi Liberika di Dayun
Peserta mengikuti sesi pembelajaran di Aula Kantor Kampung Dayun. Foto: Yayasan Gambut, 25 Juli 2026.

Keterlibatan perempuan dan pemuda

Kehadiran 20 perempuan dan 17 pemuda memperluas jangkauan pembelajaran lintas kelompok dan generasi. Kedua angka ini merupakan bagian dari total 43 peserta; tujuh perempuan muda termasuk dalam kedua kelompok tersebut.

Pada akhir kegiatan, 35 peserta mengisi evaluasi digital. Rata-rata hasilnya mencapai 13,91 jawaban benar dari 15 pertanyaan. Hasil ini menggambarkan pemahaman peserta pada akhir pelatihan; kegiatan tidak mencatat tes awal untuk mengukur perubahan pengetahuan.

Pendampingan setelah pelatihan

Kegiatan menjadi bagian dari program Sustainable Peatland Management and Community Livelihood Strengthening (SPM–CLS) bersama Global Environment Centre, yang berlangsung Mei 2026–Februari 2027. Tindak lanjut yang direncanakan mencakup pendampingan pembibitan, pemeliharaan bibit, dan persiapan pengembangan agroforestri kopi.

Penerapan materi di kebun dan persemaian menjadi tahap berikutnya yang perlu dipantau. Melalui pendampingan tersebut, pelatihan diharapkan membantu masyarakat mengembangkan keterampilan produksi bibit sekaligus merencanakan usaha tani yang memperhatikan kondisi gambut.