Berita · Desa Penampi
Pengembangan Budidaya Madu Kelulut di Penampi
Budidaya kelulut menjadi salah satu usaha masyarakat Desa Penampi yang memanfaatkan potensi lingkungan setempat.

Setelah mendapatkan Pelatihan Budidaya Madu Kelulut dari Yayasan Gambut pada Oktober lalu, Samrizal (31) bersama 11 orang masyarakat Desa Penampi masih terus aktif mengupayakan untuk mengembangkan Budidaya Madu tersebut, sembari mengikuti proses budidaya yang saat ini sudah terdapat 30 koloni mereka masih tetap terus mencari koloni baru agar usaha mereka terus berkembang.
Desa yang terletak di Kecamatan Bengkalis tersebut menyimpan potensi koloni madu kelulut di wilayah berhutan mereka, biasanya tiap hari pekan kelompok penggiat madu tersebut mencari koloni-koloni baru, beberapa hari lalu mereka mendapatkan koloni dari berbagai jenis kayu yang sudah lapuk di pohon karet dan kelapa dan bahkan kegiatan mereka tersebut menarik Pendamping Ekonomi Desa Penampi berkunjungan menyaksikan aktifitas pengembangan budidaya madu di desa yang juga merupakan kampung nenas tersebut.

Pencarian Koloni Madu di Desa Temeran (20/11/2020) Foto : Samrizal Penampi
Hari jumat (11/20) 3 orang dari Desa Penampi bertandang ke perbatasan Desa Kelebuk dan Bantan, satu persatu mereka perhatikan kayu yang berlobang, dan ternyata selama perjalanan tersebut mereka menemukan kayu yang sudah di tebang oleh pencari madu kelulut metode lama, biasanya untuk orang yang tidak mengerti budidaya madu kelulut, para pencari madu akan merusak sarang madu di kayu tersebut.
2 unit koloni madu kelulut mereka temukan pada pohon kalu meranti kelat, sehingga bertambahlah 32 unit koloni madu yang mereka kelola saat ini. koloni yang mereka temukan tersebut akan dibudidayakan di rumah masing-masing anggota yang terlibat dan di buatkan rumah atau toping untuk usaha budidaya madu kelulut mereka. rumah untuk lebah tersebut terbuat dari kayu geronggang.

Proses Pembuatan Topping Madu Kelulut Desa Penampi
“meskipun sampai saat ini kami belum tahu berapa liter madu yang akan di hasilkan setiap koloni yang kami kelola, semangat kami terus terjaga untuk mengembangkan budidaya madu ini,jika hal ini dilakukan secara bertahap dan makin banyak orang yang terlibat maka harapan kami Desa Penampi mampu menjadi desa penghasil madu kelulut, yang tentunya kami juga akan kelola secara bijaksana untuk menjaga keseimbangan antara usaha budidaya madu dan kelestarian hutan gambut di wilayah kami” kata Samrizal kepada pengurus Yayasan Gambut via telefon, Jumat (20/11/2020)
After receiving stingless bee honey farming training from Yayasan Gambut in October, Samrizal, aged 31, and 11 Penampi residents continued developing their enterprise. With 30 colonies already under management, they were learning husbandry techniques while looking for additional colonies.
The village, in Bengkalis District, has stingless bee colonies in its wooded areas. The group searches regularly and had recently found colonies in decaying rubber and coconut wood. Their activities attracted a visit from Penampi’s village economic facilitator to this village also known for pineapple production.

Searching for bee colonies in Temeran Village, 20/11/2020. Photo: Samrizal, Penampi
On Friday (11/20), 3 Penampi residents visited the boundary between Kelebuk and Bantan, examining hollow wood. They also found timber cut by honey collectors using older methods, which can destroy nests when collectors are unfamiliar with stingless bee husbandry.
They found 2 colonies in meranti kelat wood, bringing their total to 32. The colonies would be kept at members’ homes with wooden hive boxes, or topping boxes, made from geronggang timber.

Making topping boxes for stingless bee colonies in Penampi
“We do not yet know how much honey each colony will produce, but we remain enthusiastic. By developing the enterprise gradually and involving more people, we hope Penampi can become a stingless bee honey-producing village. We will manage it carefully to balance beekeeping with the conservation of our peat swamp forests,” Samrizal told Yayasan Gambut by telephone on Friday, 20/11/2020.
