artikel · Desa Temiang
Pelatihan Manajemen Keuangan Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya
Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya di Temiang mengikuti penguatan kapasitas manajemen keuangan untuk mendukung pengelolaan kegiatan dan usaha kelompok.

Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya (KTWMJ) merupakan kumpulan ibu-ibu yang bergerak dalam rangka memajukan pertanian, khususnya dalam pengelolaan hasil pertanian di lahan gambut yang berpotensi di daerahnya. KTWMJ juga bagian yang tidak terpisahkan dari pemanfaatan lahan gambut berkelanjutan di Desa Temiang.
KTWMJ merupakan kelompok perempuan yang memiliki peran dan juga potensi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat atas produk – produk yang memiliki nilai dan di terima masyarakat.

Yayasan Gambut melihat perlu adanya peningkatan kapasitas kelompok dalam memanajemen keuangan kelompoknya, sehingga KTWMJ dapat membuat perubahan modal dan laporan laba rugi, sehingga setiap anggota kelompo mengetahui berapa aser dan darimana saja berasal yang dapat dilihat dalam neraca dan laporan.
Proses pelatihan berjalan dengan baik , anggota kelompok yang hadir sebagai peserta sekitar 18 orang, para peserta sangat antusias terhadap materi yang di sampaikan, pelatihan dilakukan di rumah Ketua Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya Desa Temiang.

Menurut Tuty selaku ketua kelompok Tani Wanita Makmur Jaya, pelatihan ini memang sangat dibutuhkan karena akan sangat membantu proses – proses administrasi dan laporan internal keuangan dan laporan kelompok. Sejauh ini kelompok belum menerapkan prinsip dasar dari keuangan dalam pengelolaan laporan.
Didalam proses pelatihan dijelaskan teori – teori dasar akuntansi dan istilah dalam pembukuan, kemudian di lanjutkan dengan praktik menggunakan format keuangan yang telah disiapkann sebelumnya. Peserta di ajarkan untuk menginput data ke buku besar melalui jurnal harian atau setiap transaksi yang terjadi.

Peserta pelatihan juga di jelaskan dan di ajarkan membuat tabel untuk biaya baku yang termasuk didalam modal ( Bahan Produksi Habis Pakai/peralatan), membuat tabel jurnal system gaji dan membuat tabel kas masuk. Seputar pertanyaan juga dilontarkan peserta dari pemahaman dasar teori yang disampaikan, seperti harta lancar dan tidak lancar yang berbeda seperti kas, piutang perlengkapan, persediaan, deposito dan biaya dibayar dimuka kemudian mesin, peralatan, bangunan, tanah dan kendaraan. Beberapa tantangan seperti keterbatasan perangkat laptop tidak menjadi hambatan bagi Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya dalam mengikuti pelatihan, kondisi ini menjadikan motivasi kedepannya bagi KTWMJ untuk dapat terus berkembang dengan sumberdaya yang dimilikii.
Makmur Jaya Women Farmers’ Group (KTWMJ) is a group of mothers who work to advance agriculture, especially in the management of agricultural products on peatland that has potential in their area. KTWMJ is also an integral part of the sustainable use of peatland in Temiang Village.
KTWMJ is a women's group that has a role and potential for economic growth and community welfare through products that have value and are accepted by the community.

Yayasan Gambut sees the need for capacity building in the group's financial management, so that KTWMJ can prepare statements of changes in capital and profit and loss reports, so that each member of the group knows how much assets they have and where they come from, which can be seen in the balance sheet and reports.
The training process went well, with around 18 group members attending as participants, the participants were very enthusiastic about the material presented, the training was held at the house of the Chair of the Makmur Jaya Women Farmers’ Group in Temiang Village.

According to Tuty, the chair of the Makmur Jaya Women Farmers’ Group, this training is really needed because it will help with administrative processes and internal financial reports and group reports. So far, the group has not applied the basic principles of finance in report management.
During the training process, basic accounting theories and terms in bookkeeping were explained, then followed by practice using financial formats that had been prepared earlier. Participants were taught to input data into the general ledger through daily journals or every transaction that occurred.

Training participants were also explained and taught how to make tables for basic costs, including capital (consumable production materials/equipment), making tables for salary systems, and making tables for cash inflows. Questions were also raised by participants from their understanding of the basic theories presented, such as current and non-current assets that differ like cash, accounts receivable, supplies, deposits, and prepaid expenses, and then machines, equipment, buildings, land, and vehicles. Several challenges, such as the limitations of laptop devices, did not hinder the Makmur Jaya Women Farmers’ Group from attending the training, this condition became a motivation for KTWMJ to continue developing with the resources they have.
