artikel
Kolaborasi YG, GEC, dan Aramco untuk Konservasi Mangrove
Yayasan Gambut, Global Environment Centre, Aramco, dan Kelompok Sekat Bakau bekerja sama dalam konservasi mangrove berbasis masyarakat di Buruk Bakul.


Sekitar 100 relawan dari masyarakat lokal, sekolah, pemerintah daerah, Yayasan Gambut, Global Environment Centre dan Aramco merayakan peluncuran Program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat dengan menanam 8.000 pohon mangrove di Buruk Bakul, Provinsi Riau, Indonesia.
BUKIT BATU, RIAU, 26 Oktober, 2023: Kelompok Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Riau, Indonesia, dan Yayasan Gambut (YG), dengan dukungan dari Global Environment Centre (GEC) dan Aramco, telah meluncurkan Program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat untuk melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal dalam melakukan rehabilitasi dan konservasi mangrove.
Untuk memulai program ini, 100 relawan dari Kelompok Sekat Bakau, masyarakat lokal, sekolah, pemerintah daerah, YG, GEC dan Aramco menanam 200 bibit pohon Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) di kawasan hutan bakau yang terdegradasi di Desa Buruk Bakul.

Acara penanaman mangrove ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Bapak Allfakhrurrozy, ST, M.Si. (barisan depan, tengah) dan Sekretaris Kecamatan Bukit Batu Bpk. Rizki Subagia Effendi, S.STP., M.Si. (depan kanan) dan Direktur Hubungan Masyarakat dan Dukungan Bisnis Aramco Asia Singapura Ms Patsy Koh (barisan depan, kiri).

Program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam 8.000 pohon mangrove dan merehabilitasi empat hektar kawasan hutan bakau yang terdegradasi di Desa Buruk Bakul
Hasil penelitian erosi pantai di Kecamatan Bukit Batu1 mengungkapkan bahwa pantai terkikis 140 meter antaran tahun 1991-2021, atau rata-rata tingkat erosi tahunan lebih dari empat meter setiap tahunnya. Tanpa tindakan pencegahan erosi, laju erosi akan terus meningkat dan berdampak buruk untuk masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Didukung oleh Aramco, dengan YG sebagai mitra pelaksana program dan GEC sebagai manajemen program dan lembaga fasilitator teknis, program ini bertujuan untuk memulihkan hutan mangrove yang terdegradasi melalui penanaman 8.000 pohon mangrove di Desa Buruk Bakul dan pembangunan pemecah gelombang sepanjang 100 meter, untuk mengurangi kerusakan akibat energi gelombang dan menahan sedimentasi.

Pemecah Ombak sepanjang 100 meter dibangun untuk mengurangi energi gelombang dan mengurangi erosi pantai di Desa Buruk Bakul.
Managing Director Aramco Asia Singapura, Fai K. Aldossary mengatakan: “Di Aramco, kami sangat percaya pada perlindungan dan restorasi habitat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan melindungi rumah masyarakat lokal. Kami senang dapat bekerja sama dengan mitra kami dan komunitas lokal di Indonesia untuk lebih memperluas upaya konservasi mangrove kami di Asia Tenggara”.
Direktur GEC, Faizal Parish mengatakan: “Kemitraan dengan Aramco Asia Singapura, YG, Pemerintah Desa Buruk Bakul dan Sekat Bakau telah memungkinkan kami membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan dan melindungi ekosistem mangrove dan pesisir; mendirikan rumah bibit masyarakat untuk mendukung kegiatan penanaman; dan mempromosikan beberapa pilihan mata pencaharian alternatif untuk mengurangi tekanan terhadap penggunaan sumber daya mangrove.
“Ketika masyarakat memahami peran dan kemampuan mangrove untuk melindungi rumah mereka dan meningkatkan penghidupan mereka, mereka akan diberdayakan untuk memimpin upaya konservasi dan pelestariannya dalam jangka panjang”.
Direktur YG, Mulyadi mengatakan: “Kegiatan program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia mengenai pengelolaan ekosistem mangrove dan pesisir menuju program yang terintegrasi dan berkelanjutan”.
1 Paramita, E., Rifardi, R., & Feliatra, F. Analysis of the Level of Abrasion on the Coast of Bukit Batu Sub-District, Bengkalis Regency, Riau. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 27(3), 319-327.

Around 100 volunteers from local communities, schools, local government, Yayasan Gambut, Global Environment Centre and Aramco celebrating the launch of a community-based programme to plant 8,000 mangrove trees in Buruk Bakul, Riau Province, Indonesia
BUKIT BATU, RIAU, 26 October 2023: The Sekat Bakau group in Buruk Bakul Village, Bukit Batu District, Riau, Indonesia, and Yayasan Gambut (YG), with support from Global Environment Centre (GEC) and Aramco, launched a Community-Based Mangrove Conservation Programme to involve and empower local communities in mangrove rehabilitation and conservation.
To launch the programme, 100 volunteers from Sekat Bakau, local communities, schools, local government, YG, GEC and Aramco planted 200 Rhizophora apiculata seedlings in a degraded mangrove area in Buruk Bakul Village.

The planting event was attended by Allfakhrurrozy, ST, M.Si., the Bengkalis Regent’s Expert Adviser for Government, Law and Politics (front centre); Rizki Subagia Effendi, S.STP., M.Si., Secretary of Bukit Batu District (front right); and Patsy Koh, Director of Public Affairs and Business Support at Aramco Asia Singapore (front left).

The Community-Based Mangrove Conservation Programme involves and empowers local communities to plant 8,000 mangrove trees and rehabilitate four hectares of degraded mangrove forest in Buruk Bakul Village.
Research on coastal erosion in Bukit Batu District (1) found that the shoreline retreated by 140 metres between 1991 and 2021, with average annual erosion exceeding four metres. Without measures to prevent erosion, continuing shoreline loss would have harmful consequences for communities living in the area.
Supported by Aramco, with YG as the implementing partner and GEC providing programme management and technical facilitation, the programme aims to restore degraded mangrove forest by planting 8,000 mangrove trees in Buruk Bakul and building a 100-metre wave barrier to reduce wave damage and retain sediment.

A 100-metre wave barrier built to reduce wave energy and coastal erosion in Buruk Bakul Village
Fai K. Aldossary, Managing Director of Aramco Asia Singapore, said: “At Aramco, we strongly believe in protecting and restoring habitats to achieve sustainable development and protect the homes of local communities. We are pleased to work with our partners and local communities in Indonesia to further expand our mangrove conservation efforts in Southeast Asia.”
GEC Director Faizal Parish said: “The partnership with Aramco Asia Singapore, YG, the Buruk Bakul Village Government and Sekat Bakau has enabled us to raise community awareness of the importance of conserving and protecting mangrove and coastal ecosystems, establish a community nursery to support planting activities, and promote alternative livelihood options to reduce pressure on mangrove resources.
“When communities understand how mangroves can protect their homes and improve their livelihoods, they are empowered to lead long-term conservation efforts.”
YG Director Mulyadi said: “The programme’s activities align with Indonesian government policies on mangrove and coastal ecosystem management towards integrated and sustainable programmes.”
1 Paramita, E., Rifardi, R., & Feliatra, F. Analysis of the Level of Abrasion on the Coast of Bukit Batu Sub-District, Bengkalis Regency, Riau. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 27(3), 319-327.
