Berita
Program Adopsi Pohon di Riau
Program adopsi pohon yang diinisiasi DLHK Riau menghubungkan dukungan publik dengan upaya masyarakat menjaga pohon di wilayahnya.

Pemerintah Provinsi Riau Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menginisiasi program adopsi pohon yang bertujuan agar masyarakat tetap menjaga pohon di wilayah mereka tinggal dan mendapatkan insentif. Program ini menggalang donasi publik yang akan disalurkan langsung kepada masyarakat adat/lokal yang bersangkutan tanpa potongan biaya untuk manajemen

Launching Adopsi Pohon Riau oleh Pemprov Riau melalui Dinas Lingkungan dan Kehutanan Hidup Provinsi Riau, Agustus 2021 (sumber : https://www.youtube.com/watch?v=x86KZsQxNbE&t=950s )
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk dana sosial (15%, misalnya dukungan untuk fakir miskin, bantuan sosial, dan pembangunan desa), dana pengembangan hutan (15%, misalnya perencanaan, penelitian, dan pengelolaan hutan), biaya konservasi hutan (30%, misalnya patroli hutan secara berkala), dan biaya operasional (40%, misalnya biaya administrasi, logistik, dan konsumsi tim lapangan)
Semenjak di launching pada bulan Agustus, dana yang terkumpul lebih dari 2 Miliar Rupiah dari berbagai pihak dan total pohon yang sudah di identifikasi oleh tim manajemen sebanyak 10.613 Batang, Dana Adopsi sebesar Rp 200 ribu/batang/tahun untuk pohon dewasa sementara untuk pohon muda atau pohon yang akan di tanam Rp 50.000/batang/tahun.

Lanksap Hutan yang sudah di Identifikasi dan siap di Adopsi (sumber : https://www.youtube.com/watch?v=M0owyiF7d0Q&t=55s )
“Di karenakan semua dana yang terkumpul langsung di alokasikan ke masyarakat juga menjadi hambatan bagi pihak manajemen untuk mengimplementasikan dan mengekspansi program, Untuk mengantisipasi kendala pembiayaan manajemen inventarisasi pohon, pendampingan kelompok masyarakat kehutanan penerima dana adopsi pohon, penelitian terapan serta pemantauan dan evaluasi, maka Kawali Riau akan menyusun strategi pendanaan alternatif bersama Yayasan Gambut dan LSM lainnya di Provinsi Riau untuk bersama menapaki Riau Hijau” Penjelasan Fadil Nandila Direktur Kawali Riau dan Sekretaris Yayasan Adopsi Pohon Kepada Yayasan Gambut, Jumat 24 September 2021
The Riau Provincial Government, through its Environment and Forestry Office (DLHK), initiated a tree adoption programme to encourage communities to protect trees where they live and receive incentives. Public donations are channelled directly to the Indigenous or local communities concerned, without deductions for programme management.

The Riau Provincial Government and Environment and Forestry Office launching the tree adoption programme in August 2021. Source: https://www.youtube.com/watch?v=x86KZsQxNbE&t=950s
Funds are allocated to social purposes (15%, including support for people in poverty, social assistance and village development), forest development (15%, including planning, research and management), forest conservation (30%, including regular patrols), and operations (40%, including administration, logistics and meals for field teams).
Since its launch in August, the programme had raised more than Rp 2 billion from various contributors. The management team had identified 10,613 trees. Adoption contributions were set at Rp 200 thousand per mature tree per year and Rp 50,000 per young tree or newly planted tree per year.

Forest landscape identified for tree adoption. Source: https://www.youtube.com/watch?v=M0owyiF7d0Q&t=55s
“Because all funds raised are allocated directly to communities, financing programme management and expansion is a challenge. To address the costs of tree inventories, support for recipient forest community groups, applied research, monitoring and evaluation, Kawali Riau will develop alternative funding strategies with Yayasan Gambut and other NGOs in Riau as we work towards a Green Riau,” explained Fadil Nandila, Director of Kawali Riau and Secretary of Yayasan Adopsi Pohon, to Yayasan Gambut on Friday, 24 September 2021.
