artikel
Pemasangan Papan Informasi Bahaya Kebakaran di Lahan Gambut
Papan informasi Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (FDRS) mendukung penyampaian informasi risiko dan kesiapsiagaan masyarakat di lokasi rawan kebakaran.

FDRS ini bertujuan untuk memantau risiko kebakaran hutan dan lahan gambut serta memberikan peringatan dini melalui indikator real-time dengan menggunakan data ketinggian air di lokasi. Informasi yang ditampilkan di papan FDRS diharapkan dapat berfungsi sebagai Sistem Peringatan Dini (EWS).
Pembangunan FDRS di Kampung Tanjung Kuras



Pemasangan Papan Informasi FDRS di Kampung Tanjung Kuras dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat BELATRAM, proses instalasi terletak di Dusun 3, terletak di akses penghubung antar dusun dan dilokasi rentan terhadap kebakaran. Titik pemasangan dipilih karena dapat dipantau oleh banyak orang yang beraktifitas ke kebun ( Sawit, nenas) sehingga proses diseminiasi dan informasi dapat di lihat oleh banyak orang.
Pembangunan FDRS di Desa Simpang Ayam
Pemasangan Papan Informasi FDRS di Desa simpang ayam dilaksanakan oleh Perwakilan Masyarakat Peduli Api Simpang Ayam, LINMAS Desa Simpang ayam dan Kelompok Paghet Seghagah. Kegiatan ini juga berkolaborasi bersama Yayasan Bahtera Melayu yang merupakan NGO lokal di Kabupaten Bengkalis. Instalasi FDRS di pasang di samping gerbang menuju wisata pantai desa simpang ayam, dan di lokasi ni juga berada di perkebunan sawit dimana rentan terhadap kekeringan dan kebakaran. Akses ini juga di lalui oleh para nelayan yang keluar masuk dan masyarakat lokal pekebun karet dan sawit, sehingga keberadaan FDRS dapat menjadi informasi yang dapat terpantau oleh masyarakat umum lainnya.



Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut, serta mengacu pada pembelajaran dari Proyek Sustainable Management of Peatland Ecosystems in Indonesia (SMPEI).Proyek SMPEI, yang didukung oleh Global Environment Facility (GEF) dan dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), telah berhasil mengembangkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan. Salah satu capaian penting dari proyek ini adalah pengembangan sistem peringatan dini kebakaran lahan gambut yang efektif, yang menjadi referensi dalam pemasangan FDRS.
This FDRS aims to monitor the risk of forest and peatland fires and provide early warnings through real-time indicators using water level data at the location. The information displayed on the FDRS board is expected to function as an Early Warning System (EWS).
Development of FDRS in Tanjung Kuras Village



The installation of the FDRS Information Board in Tanjung Kuras Village was carried out by the BELATRAM community group, the installation process is located in Dusun 3, which is a connecting access between hamlets and in a location prone to fires. The installation point was chosen because it can be monitored by many people who are active in going to the plantation (palm oil, pineapple) so that the dissemination and information process can be seen by many people.
Development of FDRS in Simpang Ayam Village
The installation of the FDRS Information Board in Simpang Ayam Village was carried out by the Simpang Ayam Fire Care Community Representative, LINMAS Simpang Ayam Village, and the Paghet Seghagah group. This activity also collaborated with Yayasan Bahtera Melayu, which is a local NGO in Bengkalis Regency. The FDRS installation was installed next to the gate leading to the Simpang Ayam village beach tourist area, and this location is also located in a palm oil plantation which is prone to drought and fire. This access is also passed by fishermen who enter and exit and local rubber and palm oil farmers, so the presence of FDRS can become information that can be monitored by the general public.



This initiative is part of the effort to prevent forest and peatland fires, and refers to the lessons from the Sustainable Management of Peatland Ecosystems in Indonesia (SMPEI) Project. The SMPEI project, which is supported by the Global Environment Facility (GEF) and implemented by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) together with the International Fund for Agricultural Development (IFAD), has successfully developed an innovative approach to sustainable peatland ecosystem management. One of the significant achievements of this project is the development of an effective peatland fire early warning system, which becomes a reference in the installation of FDRS.
