Kegiatan Program
Pelatihan Pembibitan Kopi Liberika di Pedekik
Pelatihan di Desa Pedekik pada 17 Juni 2026 diikuti 36 peserta, termasuk 10 perempuan. Kegiatan menjadi bagian dari program pengelolaan gambut dan penguatan penghidupan masyarakat.

Pengembangan kopi Liberika di Pedekik dimulai dari penguatan pengetahuan tentang benih, pembibitan, dan pengelolaan lahan gambut. Pada 17 Juni 2026, Yayasan Gambut melaksanakan pelatihan penyemaian dan pembibitan kopi Liberika di Kantor Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, dengan kolaborasi Yayasan Bahtera Melayu.
Kegiatan berlangsung pukul 08.00–16.30 WIB dan diikuti 36 peserta, terdiri atas 26 laki-laki dan 10 perempuan. Peserta mewakili Kelompok Pedekik Lestari, pemerintah desa, Kecamatan Bengkalis, Mapala Laksamana, serta masyarakat setempat.
Pembibitan sebagai dasar pengembangan agroforestri
Pelatihan merespons kebutuhan pengetahuan teknis masyarakat dalam menyiapkan bahan tanam kopi Liberika. Kualitas benih dan pemeliharaan bibit menjadi bagian penting dari persiapan pengembangan kopi di tingkat desa. Dalam program ini, Pedekik diarahkan untuk mengembangkan pembibitan berbasis masyarakat tanpa pembukaan lahan tambahan.
Pembukaan kegiatan diisi oleh Pj. Kepala Desa Pedekik, Syaiful Anwar, dan Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan. Keduanya menekankan pentingnya kerja sama, kualitas bahan tanam, dan pengembangan pertanian sesuai potensi desa.
Menghubungkan keterampilan teknis dengan pengalaman kelompok
Raja Alpian dari Yayasan Gambut dan Tuti Kelana dari Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya menjadi narasumber. Materi mencakup pemilihan dan penyiapan benih kopi, teknik penyemaian, serta pemeliharaan bibit. Pembahasan teknis tersebut dihubungkan dengan pengelolaan gambut, praktik tanpa bakar, pengelolaan tata air, dan penerapan agroforestri.
Kegiatan menggunakan presentasi, diskusi, tanya jawab, dan contoh dari pengalaman masyarakat. Kehadiran narasumber dari kelompok tani memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar dari pengalaman pengelolaan usaha tani di tingkat tapak.
Menuju pembibitan yang dikelola masyarakat
Pelatihan ini merupakan kegiatan lapangan pertama dalam komponen pengembangan agroforestri program Sustainable Peatland Management and Community Livelihood Strengthening (SPM–CLS). Program dilaksanakan Yayasan Gambut bersama Global Environment Centre pada Mei 2026–Februari 2027 di Bengkalis dan Siak.
Tindak lanjut yang direncanakan meliputi pengembangan persemaian, pendampingan lapangan, pemeliharaan bibit, dan persiapan penanaman kopi dalam sistem agroforestri. Arah pendampingannya adalah membantu kelompok menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mulai dari menghasilkan bibit hingga mempersiapkan pengelolaan tanaman di kebun.
Bagi Pedekik, kegiatan ini menghubungkan keterampilan pertanian dengan upaya menjaga ekosistem gambut. Pembelajaran tentang kopi ditempatkan bersama praktik tanpa bakar dan pengelolaan air, sehingga pengembangan penghidupan berjalan seiring dengan perhatian terhadap kondisi lahan.
