Lanskap basah
Gambut dan Ketahanan Kebakaran
Memulihkan ekosistem gambut serta memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Menjaga gambut tetap basah
Program ini bertujuan menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan, menjaga kondisi gambut, serta mendukung pemulihan fungsi hidrologis dan ekologis melalui aksi masyarakat dan koordinasi pada tingkat bentang alam.
Fokus kerja
- Informasi risiko dan peringatan dini berdasarkan cuaca kebakaran, hotspot, dan pengamatan lapangan.
- Pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk pengelolaan lahan tanpa bakar.
- Pengelolaan air, pembasahan kembali, dan rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi tapak.
- Pemantauan lapangan, pembelajaran lintas desa, dan koordinasi multipihak.
Cara kerja dan hasil yang dilacak
Analisis menggabungkan data cuaca kebakaran, hotspot, tutupan lahan, dan laporan lapangan. Hotspot diperlakukan sebagai indikasi yang perlu ditafsirkan dan, bila memungkinkan, diverifikasi—bukan sebagai bukti kebakaran dengan sendirinya. Hasil yang dilacak meliputi tingkat risiko, hasil verifikasi lapangan, tindakan pencegahan dan pemulihan, kondisi sarana pengelolaan air dan peringatan dini, kejadian kebakaran, serta estimasi area terdampak apabila data dan metodologinya memadai.
Contoh kerja Yayasan Gambut
Contoh inisiatif mencakup pengelolaan lahan tanpa bakar di Penampi, pembangunan sekat kanal dan dukungan sistem peringatan risiko kebakaran di Temiang dan Tanjung Kuras, serta penyediaan informasi cuaca kebakaran dan hotspot melalui YG GeoPortal.
