Program Activities
Developing Liberica Coffee with the Stewards of Ghimbo Pamoan Customary Forest
Following the initial planting of 100 Liberica coffee seedlings, activities continued with plant monitoring and nursery preparations in Ghimbo Pamoan Customary Forest.

Liberica coffee development in Ghimbo Pamoan Customary Forest, Kampar Regency, continued with plant monitoring and preparations for nursery activities. On 5 October 2026, Yayasan Gambut and members of the customary forest management body (LPHA) inspected the coffee planted during the initial activity and discussed bringing the nursery back into use.
These activities form part of a programme supported by MA Earth. Coffee development aims to create livelihood opportunities while maintaining the forest’s ecological functions and cultural significance for the Kenagarian Kampa customary community.
Starting with 100 coffee seedlings
On 24 September 2026, Yayasan Gambut handed over 100 Liberica coffee seedlings to LPHA Ghimbo Pamoan. The seedlings were then planted together in a prepared area, with five LPHA committee members participating: four men and one woman.
This planting marked the first stage of a plan to establish 1,000 Liberica coffee seedlings. Development is planned in stages, taking account of site readiness, seedling availability, management capacity and maintenance needs.
Monitoring plants and preparing the nursery
The 5 October visit began with monitoring the coffee planted in September to observe its early condition after planting.
The team then visited the nursery to inspect the facilities and discuss repairs. The nursery is intended to be brought back into use for germinating seeds and raising Liberica coffee seedlings.
Discussions with LPHA and the nursery social forestry business group (KUPS) also covered plans and methods for group-led seed propagation. Four LPHA committee members attended this follow-up activity.
To support these preparations, Yayasan Gambut provided 1,000 nursery bags, one roll of shade netting and 1,000 coffee seeds, along with funding for propagation activities. These seeds are intended for the next nursery cycle; they are not additional seedlings already planted in the field.
Supporting community management
Planting, monitoring and nursery preparations form part of ongoing support for Liberica coffee development with the customary forest management group. Involving committee members from the outset is intended to support continued plant care and management.
Liberica coffee development is expected to offer a potential long-term livelihood option alongside efforts to maintain the ecological functions and social and cultural values of Ghimbo Pamoan Customary Forest.
Pengembangan kopi liberika di Hutan Adat Ghimbo Pamoan, Kabupaten Kampar, berlanjut dengan pemantauan tanaman dan persiapan pembibitan. Pada 5 Oktober 2026, Yayasan Gambut bersama pengurus LPHA meninjau tanaman hasil penanaman awal serta membahas pemanfaatan kembali rumah pembibitan untuk mendukung kegiatan kelompok.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung MA Earth. Pengembangan kopi diarahkan untuk membuka peluang penghidupan masyarakat dengan tetap menjaga fungsi ekologis dan nilai budaya hutan adat bagi Masyarakat Hukum Adat Kenagarian Kampa.
Dimulai dengan penanaman 100 bibit
Pada 24 September 2026, Yayasan Gambut menyerahkan 100 bibit kopi liberika kepada LPHA Ghimbo Pamoan. Bibit tersebut kemudian ditanam bersama pada areal yang telah dipersiapkan, dengan melibatkan lima pengurus LPHA, terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan.
Penanaman ini menjadi tahap awal dari rencana pengembangan 1.000 bibit kopi liberika. Pelaksanaannya direncanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan areal, ketersediaan bibit, kapasitas pengelola, dan kebutuhan pemeliharaan.
Memantau tanaman dan menyiapkan pembibitan
Dalam kunjungan 5 Oktober, kegiatan diawali dengan pemantauan tanaman yang ditanam pada September. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi awal tanaman setelah penanaman.
Tim kemudian mengunjungi rumah pembibitan untuk meninjau kondisi fasilitas dan membahas kebutuhan perbaikannya. Rumah pembibitan tersebut direncanakan untuk difungsikan kembali sebagai tempat penyemaian benih dan pemeliharaan bibit kopi liberika.
Pembahasan bersama LPHA dan KUPS Pembibitan juga mencakup rencana serta cara pelaksanaan pembenihan oleh kelompok. Empat pengurus LPHA hadir dalam kegiatan lanjutan ini.
Untuk mendukung persiapan tersebut, Yayasan Gambut menyerahkan 1.000 polibag, satu gulung paranet, dan 1.000 benih kopi, disertai dukungan biaya operasional pembenihan. Benih yang diserahkan merupakan bahan untuk proses pembibitan berikutnya, bukan tambahan tanaman yang telah ditanam di lapangan.
Mendukung pengelolaan oleh masyarakat
Penanaman, pemantauan, dan persiapan pembibitan merupakan bagian dari pendampingan pengembangan kopi liberika bersama kelompok pengelola hutan adat. Keterlibatan pengurus sejak tahap awal diharapkan mendukung keberlanjutan pemeliharaan dan pengelolaan tanaman.
Pengembangan kopi liberika diharapkan menjadi salah satu pilihan sumber penghidupan masyarakat dalam jangka panjang, berjalan seiring dengan upaya mempertahankan fungsi ekologis serta nilai sosial dan budaya Hutan Adat Ghimbo Pamoan.


