Inisiatif Kelompok Sekat Bakau Peduli Mangrove Desa Buruk Bakul

Buruk Bakul merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir Indonesia yang secara administratif masuk ke dalam Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Buruk Bakul memiliki potensi mangrove yang cukup tinggi seperti desa-desa lain di sepanjang pesisir selat bengkalis. Jenis mangrove yang dominan meliputi bakau (rhizopora sp), Api-api (avicennia sp), nyireh (xylocarpus granatum), tunas (sonerratia sp) dan nipah (nypa fruticants).

Dari berbagai jenis mangrove tersebut, mangrove (rhizopora sp) merupakan jenis yang paling terancam karena menjadi incaran masyarakat untuk dijadikan kayu bakar, bahan bangunan, kayu cerocok dan lain sebagainya.

Pembibitan Mangrove Bakau Putih (Rhizopora apiculata) umur 2 Bulan (Dok: Khaidir Air, 2020)

Kelompok Peduli Mangrove Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul mencatat kawasan vegetasi mangrove sebelumnya sekitar 400 Ha, dan saat ini abrasi sudah mulai terlihat setiap tahun nya dimana sekitar 100 Ha kawasan mangrove telah terdegrasi.

Semenjak tahun 2019 kelompok Sekat Bakau yang beranggotakan 8 orang telah melakukan inisiatif secara swadaya melakukan pembibitan dan penanaman mangrove, hingga saat ini kelompok tersebut telah membibitkan mangrove dan penanaman sebanyak 3000 batang, karena kuatnya pengaruh hidrodinamis, dari total tersebut hanya sekitar 50% yang hidup, dan menurut Khaidir Air Ketua Kelompok Sekat Bakau untuk ke depan di butuhkan metode hybrid untuk menahan gelombang air laut

Penanaman Mangrove Kelompok Sekat Bakau di Areal Terdampak Abrasi (Dok: Khaidir Air, 2020)

Mangrove putih (Rhizopora apiculata) dengan tinggi kurang dari 50 cm (semai) memiliki biomassa rata-rata 10 g/pohon dan mampu menyerap karbon dari 5 g / pohon. Sedangkan untuk Rhizopora apiculata yang memiliki tinggi 50-100 cm memiliki rata-rata biomassa 21,07 g/pohon dan mampu menyerap karbon sebanyak 10,27 g / pohon. Sedangkan untuk Rhizopora apiculata yang lebih dari 100 cm (pohon) memiliki rata-rata biomassa 795,06 g/pohon dan mampu menyerap karbon 397,53 g / pohon.

“Jika dalam 1 Ha saja terdapat 5.000 bibit (ukuran <50 cm) yang dapat dihutankan kembali dengan tingkat kelangsungan hidup 100% maka mangrove kecil mampu menyerap 25 ton karbon. Bayangkan saja jika mangrove tumbuh dengan baik dan tumbuh besar (pohon), maka terdapat sekitar 1.985 ton karbondioksida yang dapat diserap dari udara” penuturan Khaidir Air Kepada Yayasan Gambut.

Default image
YayasanGambut (YG)
Mendukung pengelolaan sumber daya alam lahan basah dan ekosistem yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder dan masyarakat lokal.
Leave a Reply