Kearifan Lokal Produk Jamu Desa Temiang

Jika kita berkunjung ke Rumah Buk Tuti (36) di Desa Temiang akan banyak kita jumpai berbagai macam tanaman rimpang di sekitar pekarangan rumahnya, seperti yang kita ketahui bersama tanaman rimpang selain sebagai bumbu dapur juga memiliki khasiat sebagai tanaman obat.

secara turun temurun buk tuti hingga saat ini masih aktif memproduksi jamu dari berbagai macam tanaman rimpang dan tanaman obat lainnya, jamu tersebut di manfaatkan oleh masyarakat desa yang secara administrasi terletak di Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis.

Proses Pembuatan Bahan – Bahan untuk Jamu

“sampai saat ini jika ada orang yang pesan kami akan buatkan jamu untuk orang setelah melahirkan, biasanya yang pesan tidak hanya warga desa temiang tapi juga desa sekitarnya” jelas buk tuti kepada Yayasan Gambut via telfon, Rabu (25/11/2020)

Jamu selepas melahirkan tersebut di percaya memiliki manfaat memperbaiki rahim serta memperlancar peredaran darah, karena biasanya setelah melahirkan kondisi badan akan melemah, sehingga di anjurkan konsumsi jamu selama 44 hari setelah melahirkan

Proses Penjemuran Bahan – Bahan untuk Jamu

Paket Jamu Desa Temiang

Ada 2 jenis jamu setelah melahirkan, 1 untuk di konsumsi dan 1 lagi untuk di oleskan ke wajah dan seluruh badan, untuk jamu yang di oleskan tersebut supaya tidak mudah masuk angin, paket jamu tersebut di jual seharga Rp 280.000,- masing – masing 1/2 kg setiap kemasan dan mampu bertahan selama 4 bulan setelah di ramu.

Berikut adalah bahan – bahan jamu hasil ramuan dari buk tuti :

Bahan – Bahan Jamu untuk di minum :
kunyit, jahe merah, kencur, jamu rempah ratus, ketumbar, lada hitam, kulit kayu manis, bunga lawang, bunga cengkeh, buah pala, buah telaga, jintan putih, lada manis, air lebur, semua bahan tersebut dijemur sampai kering kemudian di tumbuk

Bahan – bahan Serbuk untuk Bedak :
Rempah param, kunyit, bongle, dan kencur kesemua bahan ini di jemur sampai kering kemudian di tumbuk dengan tepung beras

Jamu yang Sudah di Tumbuk Halus untuk Konsumsi dan bedak oles

“untuk kedepan kami berencana mengembangkan tanaman jahe merah bersama 11 orang kelompok perempuan, dimana saat ini secara swadaya kami sudah mengumpulkan 1000 karung untuk jahe merah, dan berharap di dukung Yayasan Gambut untuk bibit jahe merah nya” harap buk tuti kepada Yayasan Gambut

Default image
YayasanGambut (YG)
Mendukung pengelolaan sumber daya alam lahan basah dan ekosistem yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder dan masyarakat lokal.
Leave a Reply