Petani Desa Penampi Giat Mengkampanyekan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar

Pak Rudiyanto (40) merupakan salah satu petani yang berada di Desa Penampi Kecamatan Bengkalis, awalnya pada tahun 2016 membuka lahan pertanian nenas dengan cara membakar karna saat itu masih minimnya sosialisasi terkait dampak dari kebakaran lahan gambut. kemudian setelah mendapatkan pelatihan Sekolah Lapang dari Badan Restorasi Gambut (BRG) tahun 2019 di Kabupaten Siak Pak Rudi mulai memperdalami pertanian lahan tanpa bakar.

Pengalaman pertama pak rudi menanam tanam Pare di sekitar pekarangan rumah nya yang merupakan lahan gambut dalam, kemudian lanjut menanam Semangka dan berbagai tanaman lainnya. Saat itu beliau masih aktif sendiri dan pernah di undang untuk berbagi ilmu dengan desa – desa lain, alasan rekan – rekan lainnya untuk turut aktif menerapkan PLTB salah satunya adalah modal untuk memulai tanam.

Yayasan Gambut kemudian merasa semangat yang ada dalam pak rudi mesti di tularkan kepada orang – orang sekitar yang berkomitmen untuk menerapkan PLTB dan mempromosikan hasil pertanian lahan gambut mereka dengan cara berkelanjutan kepada banyak pihak, yang akhirnya pak rudi membentuk kelompok kecil sebanyak 4 orang yang mendapat dukungan dari Yayasan Gambut.

Terapkan F1 Mbio

Ada trik khusus bagi bang rudi dan rekannya sebelum menanam beliau menerapkan F1 Mbio hasil racikannya sendiri, dimana bahan-bahan yang pak rudi gunakan mudah di dapat di sekitar pulau bengkalis yang di percaya mampu mempercepat penguraian bahan organik dan mengurangi keasaman tanah yang menjadi masalah di lahan gambut.

“Siapkan air 5 liter, dedak padi 1 kg, gula pasir 1 kg, Nenas 1 butir, udang 1/2 kg, tepung sagu sekitar 2 ons, kemudian semua bahan tersebut dimasak dan setelah dingin campurkan kotoran ayam kampung sekitar 1 sendok yang di ambil sebelum matahari terbit, kemudian di fermentasikan selama 1 hari 1 malam” bahan – bahan yang di sebutkan pak rudi saat di hubungi via telfon oleh Yayasan Gambut, Selasa (24/11/2020)

Untuk luas lahan 1 Hektar pak rudi mengaplikasikan 5 liter F1 Embrio tersebut di campur dengan 200 liter air, kemudian di siramkan ke lahan gambut 1 minggu sebelum tanam dan bisa juga di campur dengan kotoran hewan sekitar 50 Kg.

Mengelola Sistem Peringatan Bahaya Kebakaran

Selain bertani pak rudi juga aktif mengelola Plank Sistem Peringatan kebakaran Hutan dan Lahan dimana informasi tersebut merupakan bagian dari penyadaran terhadap masyarakat tentang resiko terjadinya kebakaran, ada beberapa indikator warna yang di ubah secara manual oleh pak rudi dengan mengacu informasi dari website BMKG Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan [SPARTAN]

Panen Cabai tanpa Bakar di Lahan Gambut

Baru – baru ini pak rudi memanen hasil cabai rawit yang di tanam nya di lahan gambut, dari 300 batang yang di tanam untuk sementara ini sudah menghasilkan 40 kg dengan harja jual Rp 30.000,-/kg, hasil panen tersebut di pasarkan ke masyarakat sekitar serta mensuplai kebutuhan Pasar Memanah di Kota Bengkalis.

Default image
YayasanGambut (YG)
Mendukung pengelolaan sumber daya alam lahan basah dan ekosistem yang berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder dan masyarakat lokal.
Leave a Reply