yayasangambut

Peningkatan Kapasitas Kelompok Sekat Bakau Untuk Keberlanjutan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove Desa Buruk Bakul

Kelompok Sekat Bakau merupakan aktor kunci dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem mangrove di Desa Buruk Bakul, seiring kegiatan yang telah berlangsung Yayasan Gambut melalui dukungan GEC dan Aramco Asia Singapore memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas anggota Kelompok Sekat Bakau dalam hal pengawasan dan monitoring selama upaya rehabilitasi berjalan di kawasan pesisir desa. Kerusakan …

Peningkatan Kapasitas Kelompok Sekat Bakau Untuk Keberlanjutan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove Desa Buruk Bakul Read More »

Inisiatif dan Kolaboratif : Upaya Mengembalikan dan Menjaga Kawasan Pesisir Desa Buruk Bakul dari Kerusakan Lingkungan.

Desa Buruk Bakul adalah desa yang berlokasi di wilayah pesisir Indonesia yang mana secara administrasi masuk kedalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. didalam kawasan ekosistem mangrove Desa Buruk Bakul terdapat beberapa spesies tumbuhan yang hidup, anara lain Rhizopora sp, Avicenia sp, Xylocarpus granatum sp, sonerratia sp dan nypah fruticants. Luas kawasan mangrove di desa buruk bakul …

Inisiatif dan Kolaboratif : Upaya Mengembalikan dan Menjaga Kawasan Pesisir Desa Buruk Bakul dari Kerusakan Lingkungan. Read More »

Keberlanjutan pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut melalui agroforestri kopi : Pendekatan Holistik untuk pertanian berkelanjutan.( Desa Temiang, Desa Sepahat – Kabupaten Bengkalis dan Kampung Tanjung Kuras- Kabupaten Siak)

Pada umumnya, praktik agroforestri di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Lahan gambut cenderung memiliki kandungan air yang tinggi dan kadar asam yang tinggi pula, sehingga pengelolaannya memerlukan pendekatan khusus untuk menjaga kesuburan tanah dan meminimalkan risiko kebakaran lahan. Beberapa praktik agroforestri yang dilakukan di lahan gambut termasuk penggunaan tanaman keras atau kayu keras yang tahan …

Keberlanjutan pengelolaan dan pemanfaatan lahan gambut melalui agroforestri kopi : Pendekatan Holistik untuk pertanian berkelanjutan.( Desa Temiang, Desa Sepahat – Kabupaten Bengkalis dan Kampung Tanjung Kuras- Kabupaten Siak) Read More »

Peningkatan Pengetahuan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Melalui Kunjung Belajar di Johor, Malaysia (Muar dan Pulau Tanjung Surat, Kota Tinggi)

Kunjungan pembelajaran ini merupakan serangkaian kegiatan program yang diselengarakan oleh Global Environment Centre (GEC) dan Aramco Asia Singapura. Kegiatan berlangsung selama 5 Hari ( 29 November s/d 3 Desember 2023) dengan tujuan memberikan paparan dan pengalaman kepada Tim Yayasan Gambut (YG) serta Kelompok Masyarakat Sekat Bakau (SBCG) Desa Buruk Bakul dalam pengelolaan dan pengembangan organisasi …

Peningkatan Pengetahuan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Melalui Kunjung Belajar di Johor, Malaysia (Muar dan Pulau Tanjung Surat, Kota Tinggi) Read More »

Yayasan Gambut, GEC dan masyarakat lokal bekerjasama dengan Aramco untuk mengatasi erosi pantai di Provinsi Riau, Indonesia

BUKIT BATU, RIAU, 26 Oktober, 2023: Kelompok Sekat Bakau di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Riau, Indonesia, dan Yayasan Gambut (YG), dengan dukungan dari Global Environment Center (GEC) dan Aramco, telah meluncurkan Program Konservasi Mangrove Berbasis Masyarakat untuk melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal dalam melakukan rehabilitasi dan konservasi mangrove. Untuk memulai program ini, 100 …

Yayasan Gambut, GEC dan masyarakat lokal bekerjasama dengan Aramco untuk mengatasi erosi pantai di Provinsi Riau, Indonesia Read More »

Desa Harapan Jaya Kembangkan Bibit Merica

Desa Harapan Jaya tak henti-hentinya terus mecoba menggali potensi ekonomi di desa nya, kali ini Pak Yusuf (43) mencoba mengembangkan pembibitan merica di Dusun Sungai Makam. hal tersebut beliau lakukan karna minimnya ketersediaan bibit untuk budidaya merica yang dapat mendongrak pendapatan ekonomi masyarakat di lahan gambut. “Saat ini di desa harapan jaya sudah menanam 1/4 …

Desa Harapan Jaya Kembangkan Bibit Merica Read More »

Melirik Potensi Pengembangan Talas Beneng di Kabupaten Rokan Hilir

Talas Beneng yang merupakan singkatan dari besar dan koneng yang berarti berukuran besar dan berwarna kuning merupakan talas yang banyak di budidayakan di Provinsi Banten, talas tersebut biasa dijadikan tepung tapioka yang saat ini di ekspor ke sejumlah negara seperti Australia, Malaysia, New Zealand, Korea Selatan, India, Turkey dan Jepang. Talas Beneng di panen setelah …

Melirik Potensi Pengembangan Talas Beneng di Kabupaten Rokan Hilir Read More »

Potensi Hutan Nipah di Kabupaten Rokan Hilir

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memiliki potensi Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) di sepanjang pesisir pantai dan sungai yang terpengaruh pasang air laut, tanaman nipah termasuk tanaman dari suku Palmae dan di kelompokkan pula kedalam tanaman hutan mangrove. Nira nipah umumnya disadap hanya untuk diminum, sedangkan daun nipah dimanfaatkan sebagai bahan pembuat atap, dinding, dan aneka keranjang …

Potensi Hutan Nipah di Kabupaten Rokan Hilir Read More »

Pelatihan Budidaya Jahe dan Keladi di Lahan Gambut

Yayasan Gambut menghadiri pelatihan budidaya Jahe dan Keladi di Lahan Gambut yang di taja oleh WWF Riau di Gedung Serba Guna Desa Temiang, Kec. Bandar Laksamana Kab. Bengkalis, Rabu (3/12/2020). Acara tersebut di hadiri oleh Camat Bandar Laksamana, Acil Esinno, Kepala Desa Temiang, Masdar, Kelompok Tani Keladi Unggul Desa Sukajadi, Kelompok MPA Desa Temiang, Kelompok …

Pelatihan Budidaya Jahe dan Keladi di Lahan Gambut Read More »

Pertanian Zero Burning Kelompok Perempuan Desa Temiang

Kelompok Tani Makmur Jaya yang berada di Desa Temiang Kecamatan Bandar Laksamana beranggotakan 11 orang perempuan berdiskusi dengan Yayasan Gambut pada Jumat, (27/11/2020). Dalam diskusi tersebut kelompok perempuan memiliki kesepakatan untuk mengembangkan pertanian zero burning, komoditas yang di pilih oleh mereka untuk di kembangkan adalah Jahe Merah. Saat ini kelompok sudah mulai menanam 1000 bibit …

Pertanian Zero Burning Kelompok Perempuan Desa Temiang Read More »